Prinsip Kerja Bekam

Pada dasarnya bekam mempunyai 3 prinsip utama dalam menyembuhkan, yaitu:
1. Detoksifikasi.
2. Merangsang Zat Antibodi.
3. Merangsang Hormon Regenerasi Sel.

Uraian :
*1. Detoksifikasi.*
Bekam dapat mengeluarkan racun-racun dari tubuh karena pada dasarnya berbekam adalah proses membuang darah bercampur toksin yang berada di pembuluh darah kapiler yang perifer di belakang kulit epidermis .
Toksin ini berasal dari makanan yang tidak sehat, minuman yang tidak alami dan juga pencemaran udara yang masuk ke dalam tubuh.
Pada akhirnya toksin terkumpul dalam tubuh sedikit demi sedikit dan toksin ini tidak bisa dibuang oleh tubuh melalui urin maupun feces karena toksin tidak dapat larut didalam air.
Zat-zat toksin ini kemudian menjadi radikal bebas yang ikut berpindah-pindah bersama darah sampai mereka akhirnya ditumpuk di pembuluh perifer jaringan di bawah lapisan kulit.
Keberadaan toksin jelas mengganggu kinerja organ-organ tubuh, bahkan toksin jenis tertentu bersifat karsinogenik yaitu merangsang timbulnya sel kanker, misalnya saja dioksin, timbal atau formalin yang biasanya masuk melalui makanan dan minuman yang kita konsumsi.
Dengan berbekam, maka toksin yang tertumpuk tersebut akan ikut tersedot bersama darah yang sudah rusak.
Buktinya adalah darah yang keluar akan terlihat lebih kusam dan gelap serta mudah sekali menggumpal.
Dengan keluarnya toksin bersama darah bekam dari dalam tubuh maka tubuh dapat berfungsi secara normal dan proses penyembuhan pun akan terjadi.

*2. Merangsang Zat Antibodi.*
Ketika proses pembekaman dilakukan maka jaringan kulit yang dibekam mengalami perusakan. Perusakan ini akan direspon oleh tubuh dengan memproduksi sel T (zat antibodi tubuh), yang gunanya adalah untuk mencegah adanya infeksi di lokasi pembekaman (perusakan jaringan kulit yang di bekam) yang terhubung dengan organ-organ tertentu.
Sel T (zat antibodi tubuh) tersebut tidak hanya dikirimkan ke lokasi pembekaman saja namun juga ke lokasi organ-organ yang terhubung dengan titik-titik pembekaman tersebut.
Sehingga di organ-organ yang terhubung dengan titik-titik bekam tersebut terjadilah pembasmian penyakit-penyakit yang selama ini menyerang organ-organ yang dimaksud yang pada ahirnya organ-organ tersebut akan dapat berfungsi secara normal kembali secara bertahap-tahap hingga sembuh sampai 100 %.

*3. Merangsang Hormon Regenerasi Sel.*
Pada proses terapi bekam, jaringan kulit yang dibekam pastilah akan mengalami perusakan sel-sel dan jaringan.
Perusakan ini akan direspon oleh tubuh dengan memproduksi hormon regenerasi sel untuk memperbaiki kerusakan jaringan-jaringan dan sel-sel tubuh di lokasi pembekaman.
Hormon Regenerasi Sel tersebut ternyata tidak hanya dikirimkan ke lokasi tubuh yang dibekam saja, namun juga ke lokasi organ-organ yang terhubung dengan titik-titik bekam tersebut, sehingga terjadilah perbaikan (regenerasi sel) pada jaringan-jaringan dan sel-sel tubuh yang rusak di organ (berpenyakit) yang dimaksud.
Dengan demikian secara bertahap organ pun akan pulih dari pada penyakit yang diderita dan akan dapat berfungsi kembali secara normal.
Proses inilah yang disebut dengan proses penyembuhan.