BEKAM NHT - COVID 19 (CORONA VIRUS)

Ucapan Terimakasih Kepada Semua Pihak Yang Berjuang Dalam Melawan Covid 19

Sebelumnya, Kami terpist dari NHT Surabaya (Natural Health Therapy) mengucapkan terimakasih kepada para seluruh pejuang kemanusiaan, kepada para tenaga medis / tim dokter dan tenaga kesehatan yang menjadi garda terdepan yang terus berjuang untuk menyelamatkan nyawa manusia melawan virus corona. Tidak lupa kami juga terus memberikan dukungan secara moril maupun materil kepada pemerintah yang terus berusaha menekan perkembangan Covid 19. Semoga Bapak / Ibu selalu diberikan kesehatan dan dibalas oleh Allah SWT, Tuhan yang maha esa.

BEKAM NHT - COVID 19 (CORONA VIRUS)

BEKAM NHT - COVID 19 (CORONA  VIRUS)

Dalam istilah sederhana, Covid-19 adalah singkatan dari Corona (CO), Virus (VI) Disease (D) dan tahun 2019 (19), yang mana virus corona Covid-19 ini pertama kali muncul di tahun 2019. Coronavirus adalah keluarga besar virus yang bisa menyebabkan penyakit, mulai dari flu biasa hingga penyakit pernapasan paling parah, seperti Sindrom Pernapasan Timur Tengah (MERS) dan Sindrom Pernapasan Akut Parah (SARS).
Ciri- Ciri Gejala, Perkembangan gejala virus corona pada pasien 
Sebuah studi yang dilakukan terhadap 140 pasien di Rumah Sakit Zhongnan Universitas Wuhan mengungkapkan proses berkembangnya gejala virus corona yang umumnya dialami pasien dari hari ke hari. Perlu dicatat, bahwa penghitungan hari di sini dimulai sejak kemunculan gejala, bukan sejak terinfeksi. Sebab, penyakit Covid-19 memiliki masa inkubasi di mana pasien yang sudah terinfeksi belum menunjukkan gejala. 
Hari ke-1: kemunculan gejala, biasanya pasien mengalami demam tinggi, kelelahan, nyeri otot, dan batuk kering. Sebagian orang juga mengalami diare atau mual pada sehari atau dua hari sebelumnya. 
Hari ke-5: muncul kesulitan bernapas, khususnya bagi pasien yang berusia tua atau memiliki penyakit penyerta. Hari ke-7: pasien mulai dirawat di rumah sakit.
Hari ke-8: untuk pasien yang mengalami kasus parah, mereka akan merasakan sindrom gangguan pernapasan akut (ARDS). ARDS merupakan sebuah penyakit yang terjadi ketika cairan menutupi paru-paru dan bisa berujung fatal. 
Hari ke-10: Jika gejala semakin memburuk, kemungkinan besar pasien akan dipindahkan ke ruang ICU. Mereka mungkin akan kehilangan nafsu makan dan mengalami sakit perut yang lebih parah daripada pasien dengan gejala ringan. Sebagian kecilnya meninggal dunia. 
Hari ke-17: Rata-rata pasien yang sembuh diizinkan pulang dari rumah sakit pada hari ke-17 atau sekitar 2.5 minggu sejak gejala pertama kali muncul.
 Petugas Medis di RS Palang Merah di Wuhan, China Memberikan Terapi Bekam Api Kepada Pasien Covid 19
1. Mencuci tangan dengan air sabun atau alkohol
Salah satu cara mencegah penyakit COVID-19 adalah mencuci tangan. Mencuci tangan merupakah salah satu kebiasaan sehat yang terlihat sederhana, tetapi ampuh mengurangi risiko penularan infeksi virus. 
Hal ini dikarenakan tangan manusia dipenuhi dengan berbagai macam bakteri dan virus, terutama ketika berada di tempat yang ramai. Patogen yang tersebar dapat menempel di tangan dan lebih berisiko menularkan infeksi virus, seperti SARS-CoV-2.
Selain itu, manusia juga lebih rentan tertular penyakit yang berasal dari sentuhan tangan pada barang atau percikan cairan orang yang terkena virus. Terlebih lagi, Anda mungkin tanpa sadar sering menyentuh mata, hidung, dan mulut dengan tangan yang belum dicuci. 
Padahal, ketiga indera tersebut dapat menjadi ‘gerbang utama’ dari virus dan bakteri masuk ke dalam tubuh. Maka itu, Anda disarankan untuk mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun ketika tangan dalam keadaan kotor. 
Apabila terlihat bersin, dianjurkan untuk mencucinya dengan antiseptik dan lakukan 6 langkah cuci tangan selama 20-30 detik sebagai cara mencegah COVID-19. 
2. Mengurangi kontak dengan orang sakit
Selain mencuci tangan, cara lainnya untuk mencegah COVID-19 adalah mengurangi hingga mencegah kontak dengan orang sakit, seperti batuk, demam, dan bersin. 
Metode ini sangat direkomendasikan mengingat penularan COVID-19 terjadi melalui percikan cairan pasien yang batuk dan bersin. 
Selain itu, ketika Anda merasa tidak enak badan, cobalah untuk berdiam diri di rumah dan gunakan masker ketika sakit. Dengan begitu, Anda tidak menularkan infeksi virus kepada orang lain dan tidak tertular penyakit saat tubuh dalam keadaan tidak sehat. 
3. Melakukan etika batuk dan pakai masker saat sakit
Banyak orang yang mengira bahwa penggunaan masker meskipun dalam keadaan sehat merupakan cara efektif mencegah COVID-19. Faktanya, tidak demikian. Pemakaian masker lebih efektif dilakukan pada orang sakit dan tenaga kesehatan yang sering berkontak dengan pasien yang terinfeksi. Selain itu, penggunaan masker akan lebih manjur ketika digabungkan dengan kebiasaan mencuci tangan sesering mungkin. 
Berikut ini beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika menggunakan masker, seperti:
  • Mencuci tangan sebelum memakai masker.
  • Menutupi mulut dan hidung agar tidak ada celah antara wajah dengan masker.
  • Menghindari menyentuh masker saat menggunakannya.
  • Mengganti masker dengan yang baru ketika terasa lembap.
  • Melepas masker dari belakang tanpa menyentuh bagian depan.
  • Membuangnya di tempat sampah tertutup dan segera cuci tangan.
  • Tidak mengusap mata, hidung, mulut, dan wajah dengan tangan yang kotor.
Selain itu, Anda juga tidak dianjurkan untuk mengusap mata, hidung, mulut, dan wajah dengan tangan yang kotor. Kebiasaan tersebut dapat memudahkan virus masuk ke dalam mukosa tubuh, sehingga alangkah baiknya sering mencuci tangan. 
Apabila masker tidak tersedia saat sakit, Anda dapat mengikuti etika batuk dengan benar, yaitu menutupi mulut ketika batuk atau bersin dengan tisu atau menggunakan lengan tangan. 
Ingat, etika batuk dan penggunaan masker saat sakit menjadi salah satu kunci penting dalam cara mencegah COVID-19. 
4. Memasak daging dan telur hingga matang
Tahukah Anda bahwa cara Anda memasak telur dan daging ternyata perlu diperhatikan untuk mencegah penyakit COVID-19?
COVID-19 merupakan penyakit zoonoti, yaitu coronavirus menggunakan hewan sebagai vektor dan menjangkit manusia ketika daging hewan tidak dimasak dengan matang. Maka itu, Anda perlu memperhatikan kematangan daging dan telur agar tidak terinfeksi virus SARS-CoV-2. 
Selain itu, menjaga kebersihan ketika berkunjung ke pasar hewan dan mencegah kontak dengan hewan liar tanpa pengaman pun sangat dianjurkan. Hal ini dikarenakan sampai saat ini para ahli belum mengetahui dengan pasti bagaimana penularan virus tersebut, sehingga disarankan untuk tetap berhati-hati. 
5. Menjaga daya tahan tubuh
Sebenarnya, hal yang perlu diperhatikan sebagai salah satu cara mencegah COVID-19 adalah menjaga daya tahan tubuh. Apabila sistem kekebalan tubuh rendah, terutama saat sakit, virus lebih mudah menyerang tubuh, entah itu virus flu maupun SARS-CoV-2. Menjaga daya tahan tubuh cukup sederhana dan muda, seperti:
  • Rutin berolahraga.
  • Makan makanan yang bergizi.
  • Memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral, seperti vitamin C dan D.
Akan tetapi, ada banyak kebiasaan masyarakat Indonesia yang membuat tubuh kekurangan vitamin dan mineral. Kebiasaan yang paling banyak ditemukan misalnya, banyak orang yang malas beraktivitas di luar ruangan. 
Kebiasaan tersebut membuat tubuh jadi jarang terkena sinar matahari yang merupakan sumber utama vitamin D. Kekurangan vitamin D ternyata membuat respon imunitas untuk menyerang virus dan bakteri pun menurun. 
Maka itu, tubuh menjadi lebih rentan terhadap infeksi virus dan penyakit. Tidak hanya berisiko terhadap COVID-19, tetapi sistem kekebalan yang rendah juga menyebabkan gejala semakin parah. 
Oleh karena itu, menjaga daya tahan tubuh sangat penting sebagai cara mencegah COVID-19, baik memenuhi asupan nutrisi dan berjemur di bawah sinar matahari setiap pagi selama 30 menit.