Penelitian Mengenai Darah yang Keluar Saat Bekam

Salah satu pengobatan alternatif yang dapat menyembuhkan segala penyakit adalah bekam. Pengobatan bekam dilakukan dengan sebuah alat yang berbentuk cangkir kecil. Alat ini khusus digunakan untuk bekam karena alat ini dapat menghisap kulit. Akibatnya adalah pembuluh darah mengalami pelebaran lalu kulita kan memerah dan mengeluarkan darah. Darah yang keluar saat bekam merupakan darah kotor.

Dengan menggunakan metode bekam banyak jenis penyakit yang dapat diatasi, contohnya herpes, jerawat, anemia, psikis, depresi, dn asma, serta masih banyak lagi. Meskipun banyak orang yang sudah mempercayai metode bekam, namun metode ini masih diteliti lagi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana cara kerja bekam dan darah yang dikeluarkan.

Bagaimana Tentang Darah yang Keluar Saat Bekam?

Hasil yang dikeluarkan saat bekam bisa dibilang merupakan darah kotor. Darah ini berwarna merah kehitaman dengan tekstur yang kental. Karakter darah yang dikeluarkan saat bekam ternyata berbeda-beda. Perbedaan karakter darah hasil bekam menunjukkan penyakit apa yang sedang diderita oleh orang tersebut.


Salah satu jenisnya adalah darah yang keluar disertai dengan minyak. Hasil ini mengartikan bahwa penderita mengidap penyakit kolesterol. Berbeda halnya apabila darah yang keluar berwarna merah kental dan berbuih, maka hal itu diartikan jika penderita mengalami asam urat dan penyebabnya adalah kandungan protein yang terdapat dalam tubuh penderita terlalu banayk. Kemudian apabila darah yang dihasilkan berwarna kehitaman kental maka penderita seorang perokok dan penyakitnya disebabkan oleh radikal bebas. Selain itu darah yang berwarna kehitaman dan kental itu menunjukkan bahwa terdapat kuman, bakteri, toksin, dan oksidan yang berlebihan.

Ada pula hasil penelitian dari darah yang keluar saat bekam yaitu darah yang keluar tidak mengandung sel darah putih, mengeluarkan racun dengan tingkat kepekatan yang sangat tinggi, dan mengandung zat besi yang sangat tinggi.

Kesimpulan dari Beberapa Penelitian

1. Darah hasil bekam yang keluar dari tubuh murni sel darah merah saja tanpa disertai dengan leukosit atau sel darah putih. Hal ini mengandung arti bahwa bekam tidak merusak jaringan yang ada di dalm tubuh. Melainkan bekam melindungi unsur kekebalan tubuh.
2. Metode bekam dapat membuang sel darah merah yang sudah tidak aktif lagi atau darah kotor. Jika tidak dibuang maka sel darah merah yang sudah mati dapat menghambat sel darah yang lain.
3. Sel darah marah dan sel darah putih meningkat setelah bekam
Hal ini berarti bahwa proses bekam telah mengeluarkan semua kotoran yang ada di dalam tubuh. Oleh karena itu seluruh sistem pada organ tubuh aktif kembali.

Itulah sekilas mengenai penelitian darah yang keluar saat bekam. Darah yang keluar dari tubuh menunjukkan penyakit apa yang sedang diderita.